Kecanduan Smartphone Pada Pemain Sepakbola Modern

Kemajuan zaman mendorong manusia untuk terus mengikuti perkembangan teknologi, salah satunya yaitu smartphone. Secara umum, dengan adanya smartphone memang sangat membantu kehidupan manusia sehari-hari. Seperti membantu mempermudah pekerjaan seseorang lewat fitur canggih nya, atau mungkin memaksimalkan keunggulan di sektor media sosial nya untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan.

Pemain sepakbola jaman sekarang cenderung kecanduan smartphone
Pemain sepakbola jaman sekarang cenderung kecanduan smartphone

Ketergantungan manusia akan smartphone ini tentu bisa menyerang siapa saja, termasuk pemain sepakbola. Tidak seperti jaman dulu, kini bahkan para jurnalis tidak perlu repot mencari berita karena para pemain justru telah mempostingnya di akun media sosial mereka sendiri. Bahkan tidak jarang para pemain yang tadinya ketergantungan menjadi kecanduan akan smartphone itu sendiri. Hal ini tentu akan merugikan bagi pihak klub.

Bagaimana seorang kecanduan smartphone bisa merugikan tim? Tentu saja bisa, seperti halnya dengan seorang pelajar. Seorang anak usia sekolah yang kewajibannya belajar tentu akan sulit berkonsentrasi dalam belajar jika sehari-hari sudah kecanduan smartphone. Sama juga dengan pemain bola, mereka akan sangat sulit untuk fokus dalam latihan. Hal ini tentu saja membuat performa mereka akan menurun.

Ancelotti : Pemain Sekarang Kecanduan Socmed

Manajer Bayern Munchen, Carlo Ancelotti mengungkapkan bahwa mengendalikan pemain di jaman sekarang lebih sulit jika dibandingkan dengan jaman dulu. Ini dikarenakan kemampuan komunikasi pemain jaman sekarang tidak sebaik pemain jaman dulu. Penyebabnya tentu saja kecanduan smartphone yang membuat pemain jadi mengisolasi diri.

Ancelotti mengaku pemain sekarang lebih sulit diajak komunikasi
Ancelotti mengaku pemain sekarang lebih sulit diajak komunikasi

Pelatih asal Italia tersebut mengungkapkan bahwa kini mendapatkan akses ke internet begitu mudah. Harga unit smartphone dan layanan internet juga semakin murah. Inilah yang membuat para pemain menjadi lebih rentan untuk terkena kecanduan smartphone. Seperti yang sang manajer tersebut katakan pada sesi wawancara.

“Ya, saya rasa komunikasi antara pemain dengan pemain lainnya maupun dengan pelatih sekarang semakin sulit. Saya khawatir penyebabnya adalah kecanduan akan gadget. Kita semua tau sekarang smartphone bukanlah barang mewah lagi. Semua orang bahkan bisa mendapatkannya dengan harga 300 poundsterling saja.” ujar Ancelotti.

“Khususnya untuk smartphone keluaran Android, ya Tuhan sungguh kebebasan akses ponsel tersebut sangat mengkhawatirkan. Bahkan saya sempat menemukan seorang pemain yang melewatkan sesi latihan hanya untuk bermain dengan ponsel Androidnya di kamar mandi. Sangat mengkhawatirkan bukan?” tambah mantan manajer AC Milan tersebut.

Pemain Diminta Tak Salahgunakan Fasilitas Wifi Camp Latihan

Lebih lanjut wawancara dengan pria yang juga pernah menangani Chelsea dan Real Madrid tersebut, Ancelotti menambahkan bahwa dirinya pernah membuat aturan. Ancelotti mengaku meminta para pemain untuk tidak berlama-lama berada di training camp. Sang manajer meminta para pemainya untuk pulang lebih cepat.

Ancelotti mengenang masa-masa dirinya sebagai pemain
Ancelotti mengenang masa-masa dirinya sebagai pemain

Menurut Ancelotti hal ini ditujukan agar sang pemain memiliki lebih banyak waktu untuk berkomunikasi dengan keluarga di rumah. Sang pelatih yakin bahwa dengan banyak menjalin komunikasi dengan keluarga, maka kemampuan berkomunikasi antar pemain di klub secara langsung juga akan meningkat.

“Para pemain jaman sekarang senang sekali mengisolasi diri mereka dengan cara semacam ini. Bahkan banyak dari mereka yang bisa menghabiskan waktu hingga tiga jam memainkan smartphone mereka. Oleh karena itu, dengan meminta pemain pulang lebih cepat saya yakin mereka akan menjalin komunikasi lebih banyak dengan istri dan anak-anak,” lanjut Ancelotti.

“Saat masih berkarir menjadi seorang pemain, kami biasanya bermain kartu, foosball, dan tenis meja. Terjadi komunikasi yang cukup intens antara satu sama lainnya. Sedangkan pemain sekarang biasanya hanya mengobrol ketika mereka sedang makan bersama di meja makan,” ujar manajer yang juga pernah berkarir sebagai pemain ini.