Luis Milla membatasi penggunaan smartphone para pemain timnas U-22

Luis Milla Haramkan Pemain Main Smartphone

Hidup di jaman modern seperti sekarang tentu sangat sulit jika harus melepaskan diri dari smartphone. Tidak hanya bagi masyarakat umum, hal tersebut pun berlaku pula bagi para pemain sepakbola muda jaman sekarang. Demi mencegah hal-hal yang bisa merugikan tim, kini manajemen tim pun mulai membatasi penggunaan smartphone kepada para pemainnya.

Para pemain timnas U-22 dibatasi untuk bermain smartphone
Para pemain timnas U-22 dibatasi untuk bermain smartphone

Seperti yang dilakukan oleh Pelatih Tim Nasional Indonesia U-22, Luis Milla. Pria berkebangsaan Spanyol tersebut menerapkan aturan yang cukup ketat tetrhadap penggunaan smartphone para pemain timnas. Hal ini dilakukan Milla karena dirinya ingin menjalin komunikasi yang cukup hangat antar pemain.

Pelatih berusia 51 tahun tersebut pun juga menungkapkan bahwa dirinya tidak ingin para pemain merasa ketergantungan akan smartphone. Sebab di jaman sekarang semakin mudah menemukan orang yang kecanduan gadget. Dan hal tersebut tentu akan sangat membahayakan apabila terjadi pada salah satu pemain tim nasional besutannya tersebut.

Larang Pemain Gunakan Smartphone Saat Makan

Yabes Roni bercerita tentang kedisiplinan yang diterapkan oleh pelatih timnas Indonesia U-22, Luis Milla. Yabes mengaku bahwa Milla menetapkan aturan yang cukup unik kepada para pemain yaitu peraturan penggunaan smartphone. Milla memang menetapkan bahwa para pemain dilarang untuk menggunakan ponsel terutama saat makan.

Luis Milla membatasi penggunaan smartphone para pemain timnas U-22
Luis Milla membatasi penggunaan smartphone para pemain timnas U-22

Luis Milla menuturkan bahwa saat makan adalah saat paling krusial tubuh para pemain mencerna nutrisi. Sehingga setiap makanan harus dinikmati agar proses pencernaan dan penyerapan nutrisi para pemain berjaalan optimal. Dengan makan sambil bermain smartphone, Milla yakin pemain tidak akan bisa menikmati makanan secara maksimal.

“Semua harus tepat waktu dan disiplin dalam segala hal. Pemain tak bisa seenaknya mengisi waktu luang dengan main handphone. Apalagi ketika saat makan, karena pemain harus menikmati makanan dan justru harus berbincang dengan pemain yang lain,” asisten pelatih Timnas Indonesia U-22, Bima Sakti angkat bicara.

Selain saat makan dan istirahat, Luis Milla juga melarang para pemain untuk menggunakan smartphone nya di sepanjang perjalanan dari Hotel ke Camp Latihan. Tujuan sang pelatih adalah agar para pemain bisa lebih berkomunikasi satu sama lain. Sebab semua pemain datang dari latar belakang yang berbeda dan belum pernah saling kenal sebelumnya.

Bahaya Kecanduan Gadget/Smartphone

Akibat dari kecanduan smartphone
Akibat dari kecanduan smartphone
  • Emosi Jadi Tak Stabil
    Penelitian dari Massachussets Institute of Technology (MIT) mebuktikan bahwa orang yang suka melakukan chatting sampai larut malam lebih mudah untuk merasa emosi. Secara jangka panjang hal ini berpotensi membuat emosi menjadi tidak stabil.
  • Menyusutnya Pendengaran
    Penggunaan headphone atau gadget audio apapun bepotensi mengganggu pendengaran. Apalagi jika digunakan dalam jangka panang tanpa waktu istirahat. Pendengaran akan menurun seperti layaknya kemampuan telinga manula.
  • Daya Ingat yang Menurun
    Penggunaan yang terlalu berlebihan terhadap gadget akan membuat orang tersebut susah mengingat. Ini disebabkan karena otak dipaksa berkonsentrasi lebih keras sehingga dalam kegiatan lain otak menjadi mudah lelah.
  • Mata bakal Tegang
    Terlalu lama berada di depan monitor komputer serta gadget akan membuat mereka merasa pusing, nyeri pada leher, punggung serta mata. Ini disebabkan syaraf yaang dipaksa bekerja terlalu keras sehingga pada akhirnya akan membuat mata menjadi tegang.
  • Nyeri otot serta Sendi
    Ketika seseorang sudah kecanduan menggunakan gadget, maka akan membuat mereka sering menderita sakit pada pergelangan tangan serta ibu jari nya. Jika hal ini terjadi secara terus menerus maka akan membuat orang tersebut menderita nyeri otot dan nyeri pada sendi.