Ronaldo Sita iPhone Sang Anak Karena Nakal

Smartphone merupakan hal yang sangat sulit untuk dipisahkan dari kehidupan manusia saat ini. Khususnya untuk para generasi Millenia dimana saat ini mereka rata-rata masih berusia 7-18 tahun. Karena sudah ketergantungan akan gadget, akan sangat sulit untuk bisa melihat mereka tanpa gadget.

Kelakuan anak Ronaldo, trofi Ballon d'Or jadi gawang
Kelakuan anak Ronaldo, trofi Ballon d’Or jadi gawang

Inilah yang terjadi pada putra pertama Cristiano Ronaldo. Sebuah media olahraga online di Spanyol mengatakan bahwa Ronaldo tengah menghukum sang anak akibat ulah nakal sang anak. Mungkin anda telah mengetahui berita tentang kenakalan buah hati dari pemain yang kerap dipanggil CR7 ini.

Belum lama ini banyak netizen dihebohkan dengan berita dari Cristiano Ronaldo Junior. Putra dari pesepakbola terbaik tahun ini tersebut tertangkap kamera melakukan sesuatu yang mengesalkan sang ayah. Bagaimana tidak, sang anak mengambil dua buah trofi Ballon d’Or sang ayah. Dan tahukah anda apa yang dilakukan CR Junior terhadap trofi tersebut?

Trofi Dibuat Gawang, Ronaldo Sita iPhone Anak

Cristiano Ronaldo Junior menjadikan dua trofi penghargaan untuk sang ayah sebagai gawang darurat. Dalam foto terlihat Ronaldo Jr menyusun kedua piala tersebut membentuk sepasang tiang gawang. Ketika itu sang anak memang sedang bermain di halaman belakang rumah yang memang tidak memiliki fasilitas gawang.

Cristiano Ronaldo dengan Ronaldo Jr saat penghargaan Ballon d'Or
Cristiano Ronaldo dengan Ronaldo Jr saat penghargaan Ballon d’Or

Kapten tim nasional Portugal tersebut kemudian memberikan hukuman kepada sang anak usai menanyakan alasannya. Ronaldo menghukum sang anak dengan menyita iPhone 7  yang diberikannya saat ulang tahun sang anak. Meski terlihat sedih menerima hukuman sang ayah, Ronaldo Junior tetap menerimanya. Dia terpaksa merelakan smartphonenya tersebut selama seminggu.

Ronaldo sempat mendapatkan banyak kritik dari fansnya karena menghukum anaknya seperti itu. Namun dengan tenang peraih trofi Ballon d’Or sebanyak empat kali ini memberikan penjelasan. Dirinya menganggap bahwa ini adalah salah satu cara dirinya mengajarkan kedisiplinan kepada sang anak.

“Ya, saya memang memberikan hukuman kepada anak saya. Saya menyita iPhone miliknya karena dia telah berbuat sesuatu yang tidak baik. Junior harus belajar bagaimana menghargai sesuatu sejak dia kecil. Trofi Ballon d’Or sangat berharga bagi saya, namun dia lebih berharga lagi. Saya tidak ingin Junior menjadi orang yang tidak menghargai sesuatu” jelas Ronaldo.

Detik-Detik Hilangnya Trofi Ballon d’Or Ronaldo

Ronaldo yang merekam tingkah anaknya tersebut terlihat kaget. Penyerang Real Madrid tersebut pada awalnya terlihat sedang merekam ketika dirinya memasuki rumah. Berniat mengejutkan Junior, Ronaldo pun masuk secara mengendap-endap. Lalu ketika melewati ruang keluarga, CR7 panik sebab dua trofi Ballon d’Or miliknya tak terlihat di lemari pajangan.

Ronaldo Junior menggoda sang ayah dengan lagu
Ronaldo Junior menggoda sang ayah dengan lagu

Akhirnya sang pemain langsung menemui anaknya di halaman belakang. Dan apa yang dilhat Ronaldo membuatnya lemas. Sang anak menjadikan kedua trofi Ballon d’Or dirinya sebagai tiang gawang. Perasaan antara kesal namun lega pun dirasakan Ronaldo, lalu dengan segera dia memanggil CR Junior.

Sang anak pun langsung menghampiri dan menyambut Ronaldo. Mereka berdua sempat berpelukan, namun hal tersebut tidak berlangsung lama. Mantan bintang Manchester United tersebut langsung menanyakan tingkah sang anak yang memakai trofi Ballon d’Or nya sebagai tiang gawang.

Ronaldo Junior pun menjelaskan mengapa dia melakukan hal itu. Dia pun meminta maaf kepada sang ayah karena bersikap seperti itu. Namun demi mengajarkan kedisiplinan kepada anaknya, Ronaldo memberikan hukuman. Bukan hukuman seperti memukul dan sejenisnya. Top scorer Liga Champions musim lalu ini menyita smartphone sang anak selama seminggu.

Kecanduan Smartphone Pada Pemain Sepakbola Modern

Kemajuan zaman mendorong manusia untuk terus mengikuti perkembangan teknologi, salah satunya yaitu smartphone. Secara umum, dengan adanya smartphone memang sangat membantu kehidupan manusia sehari-hari. Seperti membantu mempermudah pekerjaan seseorang lewat fitur canggih nya, atau mungkin memaksimalkan keunggulan di sektor media sosial nya untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan.

Pemain sepakbola jaman sekarang cenderung kecanduan smartphone
Pemain sepakbola jaman sekarang cenderung kecanduan smartphone

Ketergantungan manusia akan smartphone ini tentu bisa menyerang siapa saja, termasuk pemain sepakbola. Tidak seperti jaman dulu, kini bahkan para jurnalis tidak perlu repot mencari berita karena para pemain justru telah mempostingnya di akun media sosial mereka sendiri. Bahkan tidak jarang para pemain yang tadinya ketergantungan menjadi kecanduan akan smartphone itu sendiri. Hal ini tentu akan merugikan bagi pihak klub.

Bagaimana seorang kecanduan smartphone bisa merugikan tim? Tentu saja bisa, seperti halnya dengan seorang pelajar. Seorang anak usia sekolah yang kewajibannya belajar tentu akan sulit berkonsentrasi dalam belajar jika sehari-hari sudah kecanduan smartphone. Sama juga dengan pemain bola, mereka akan sangat sulit untuk fokus dalam latihan. Hal ini tentu saja membuat performa mereka akan menurun.

Ancelotti : Pemain Sekarang Kecanduan Socmed

Manajer Bayern Munchen, Carlo Ancelotti mengungkapkan bahwa mengendalikan pemain di jaman sekarang lebih sulit jika dibandingkan dengan jaman dulu. Ini dikarenakan kemampuan komunikasi pemain jaman sekarang tidak sebaik pemain jaman dulu. Penyebabnya tentu saja kecanduan smartphone yang membuat pemain jadi mengisolasi diri.

Ancelotti mengaku pemain sekarang lebih sulit diajak komunikasi
Ancelotti mengaku pemain sekarang lebih sulit diajak komunikasi

Pelatih asal Italia tersebut mengungkapkan bahwa kini mendapatkan akses ke internet begitu mudah. Harga unit smartphone dan layanan internet juga semakin murah. Inilah yang membuat para pemain menjadi lebih rentan untuk terkena kecanduan smartphone. Seperti yang sang manajer tersebut katakan pada sesi wawancara.

“Ya, saya rasa komunikasi antara pemain dengan pemain lainnya maupun dengan pelatih sekarang semakin sulit. Saya khawatir penyebabnya adalah kecanduan akan gadget. Kita semua tau sekarang smartphone bukanlah barang mewah lagi. Semua orang bahkan bisa mendapatkannya dengan harga 300 poundsterling saja.” ujar Ancelotti.

“Khususnya untuk smartphone keluaran Android, ya Tuhan sungguh kebebasan akses ponsel tersebut sangat mengkhawatirkan. Bahkan saya sempat menemukan seorang pemain yang melewatkan sesi latihan hanya untuk bermain dengan ponsel Androidnya di kamar mandi. Sangat mengkhawatirkan bukan?” tambah mantan manajer AC Milan tersebut.

Pemain Diminta Tak Salahgunakan Fasilitas Wifi Camp Latihan

Lebih lanjut wawancara dengan pria yang juga pernah menangani Chelsea dan Real Madrid tersebut, Ancelotti menambahkan bahwa dirinya pernah membuat aturan. Ancelotti mengaku meminta para pemain untuk tidak berlama-lama berada di training camp. Sang manajer meminta para pemainya untuk pulang lebih cepat.

Ancelotti mengenang masa-masa dirinya sebagai pemain
Ancelotti mengenang masa-masa dirinya sebagai pemain

Menurut Ancelotti hal ini ditujukan agar sang pemain memiliki lebih banyak waktu untuk berkomunikasi dengan keluarga di rumah. Sang pelatih yakin bahwa dengan banyak menjalin komunikasi dengan keluarga, maka kemampuan berkomunikasi antar pemain di klub secara langsung juga akan meningkat.

“Para pemain jaman sekarang senang sekali mengisolasi diri mereka dengan cara semacam ini. Bahkan banyak dari mereka yang bisa menghabiskan waktu hingga tiga jam memainkan smartphone mereka. Oleh karena itu, dengan meminta pemain pulang lebih cepat saya yakin mereka akan menjalin komunikasi lebih banyak dengan istri dan anak-anak,” lanjut Ancelotti.

“Saat masih berkarir menjadi seorang pemain, kami biasanya bermain kartu, foosball, dan tenis meja. Terjadi komunikasi yang cukup intens antara satu sama lainnya. Sedangkan pemain sekarang biasanya hanya mengobrol ketika mereka sedang makan bersama di meja makan,” ujar manajer yang juga pernah berkarir sebagai pemain ini.