Peraturan Ketat Soal Gadget Oleh Manajer Klub

Kebutuhan manusia akan alat komunikasi di jaman sekarang sangat sulit untuk dikesampingkan. Bahkan ada sejumlah orang yang lebih memilih untuk tidak makan ketimbang tidak memegang gadget selama satu hari saja. Kemudahan yang ditawarkan membuat manusia menjadi ketergantungan akan gadget, khususnya smartphone.

Beberapa klub punya aturan sendiri tentang penggunaan gaget
Beberapa klub punya aturan sendiri tentang penggunaan gaget

Ketergantunan akan gadget ini rupanya bisa dialami oleh siapa saja. Baik dari usia anak-anak hingga orang dewasa, bahkan dari segala macam kalangan, termasuk pemain sepakbola. Saat ini, para pemain sepakbola berusia di bawah 30 tahun terlihat sangat aktif berinteraksi dengan para fans mereka di jejaring sosial milik mereka.

Hal ini tentu ada sisi positif maupun negatif nya. Oleh karena itu, tidak jarang ada klub yang membuat peraturan terkait penggunaan gadget untuk para pemainnya. Ini bertujuan untuk mengurangi resiko para pemain mereka dari ketergantungan akan smartphone. Sebab tidak jarang smartphone membawa pengaruh buruk bagi seseorang.

Mourinho Larang Pemain Memainkan Pokemon Go

Nama pelatih yang mengatur soa penggunaan gadget/smartphone adalah manajer Manchester United, Jose Mourinho. Pria asal Portugal ini memberlakukan peraturan yang cukup ketat soal gadget. Bukan melarangnya sama sekali, The Special One hanya mengharamkan satu aplikasi permainan saja bagi pemain untuk memainkannya, yaitu Pokemon Go.

Pemain Manchester Unted dilarang Mou main Pokemon Go
Pemain Manchester Unted dilarang Mou main Pokemon Go

Masih ingatkah anda dengan game smartphone Pokemon Go? Aplikasi permainan di smartphone yang satu ini memang sempat menjadi tren dunia musim lalu. Kita bisa melihat bagaimana orang-orang dengan ekstrem berjalan ke segala arah hanya untuk menangkap pokemon yang menjadi incaran mereka. Demam permainan Pokemon Go ini ternyata juga sempat membuat Jose Mourinho was-was.

Bahkan di musim perdananya bersama Manchester United, The Special One langsung memberlakukan larangan bagi pemainnya. Mou melarang para pemainnya untuk memainkan Pokemon Go pada 48 jam sebelum laga berlangsung. Keputusan mantan pelatih Chelsea ini sepertinya bisa dimaklumi, mengingat akan sangat konyol jika ada pemainnya yang berlari meninggalkan ruang rapat hanya untuk mengejar pokemon saja.

Pemain Yang Terjangkit Virus PokemonGo

Pokemon Go adalah permainan yang tersedia di aplikasi Android dan iOS. Berbekal smartphone, pemain cukup perlu mencari makhluk-makhluk Pokemon seperti Pikachu dan Bulbasaur di sekitar mereka dan menangkapnya dengan Poke Ball. Dalam waktu sekejap, Pokemon Go menjadi fenomena global. Sejauh ini, sudah lebih dari 10 juta orang mengunduh game augmented reality tersebut dan berlomba mengumpulkan Pokemon.

Griezmann termasuk pemain yang terjangkit virus Pokemon Go
Griezmann termasuk pemain yang terjangkit virus Pokemon Go

Salah satu yang tidak mau ketinggalan mengikuti tren ini adalah kiper legendaris Jerman, Oliver Kahn. Dalam unggahan Kahn  di twitter, terlihat Kahn tengah menangkap sesosok Pokemon dengan tangannya. Tentu saja foto tersebut merupakan hasil editan. Sontak, twit mantan penjaga gawang Bayern Munchen tersebut  mendapat respon rsebanyak lebih dari 13 ribu kali retweet.

“Hai, kawan-kawan, kalian tidak butuh Pokeball untuk menangkap Pokemon!” demikian tulis Kahn di jejaring sosial twitter. Tidak hanya itu, Kahn pun juga menyertakan foto dirinya saat masih aktif bermain.

Selain Kahn, bintang Prancis di Piala Eropa 2016, Antoine Griezmann juga sudah mulai terpengaruh efek Pokemon Go. Pemain Atletico Madrid tersebut mengunggah fotonya bersama sosok Pikachu. “Berburu Pokemon,” begitu tulis Griezmann di jejaring sosialnya.

Di lain tempat, bek Borussia Dortmund, Marcel Schmelzer juga mengunggah foto dirinya ketika di dalam bus tim. Di belakang Schmelzer tampak beberapa rekan setimnya, seperti Pierre-Emerick Aubameyang, Ousmane Dembele, dan Gonzalo Castro sedang terpaku pada layar smartphone mereka masing-masing. “Hampir semuanya mencari Pokemon baru,” tulis Schmelzer di caption unggahannya.

 

Luis Milla Haramkan Pemain Main Smartphone

Hidup di jaman modern seperti sekarang tentu sangat sulit jika harus melepaskan diri dari smartphone. Tidak hanya bagi masyarakat umum, hal tersebut pun berlaku pula bagi para pemain sepakbola muda jaman sekarang. Demi mencegah hal-hal yang bisa merugikan tim, kini manajemen tim pun mulai membatasi penggunaan smartphone kepada para pemainnya.

Para pemain timnas U-22 dibatasi untuk bermain smartphone
Para pemain timnas U-22 dibatasi untuk bermain smartphone

Seperti yang dilakukan oleh Pelatih Tim Nasional Indonesia U-22, Luis Milla. Pria berkebangsaan Spanyol tersebut menerapkan aturan yang cukup ketat tetrhadap penggunaan smartphone para pemain timnas. Hal ini dilakukan Milla karena dirinya ingin menjalin komunikasi yang cukup hangat antar pemain.

Pelatih berusia 51 tahun tersebut pun juga menungkapkan bahwa dirinya tidak ingin para pemain merasa ketergantungan akan smartphone. Sebab di jaman sekarang semakin mudah menemukan orang yang kecanduan gadget. Dan hal tersebut tentu akan sangat membahayakan apabila terjadi pada salah satu pemain tim nasional besutannya tersebut.

Larang Pemain Gunakan Smartphone Saat Makan

Yabes Roni bercerita tentang kedisiplinan yang diterapkan oleh pelatih timnas Indonesia U-22, Luis Milla. Yabes mengaku bahwa Milla menetapkan aturan yang cukup unik kepada para pemain yaitu peraturan penggunaan smartphone. Milla memang menetapkan bahwa para pemain dilarang untuk menggunakan ponsel terutama saat makan.

Luis Milla membatasi penggunaan smartphone para pemain timnas U-22
Luis Milla membatasi penggunaan smartphone para pemain timnas U-22

Luis Milla menuturkan bahwa saat makan adalah saat paling krusial tubuh para pemain mencerna nutrisi. Sehingga setiap makanan harus dinikmati agar proses pencernaan dan penyerapan nutrisi para pemain berjaalan optimal. Dengan makan sambil bermain smartphone, Milla yakin pemain tidak akan bisa menikmati makanan secara maksimal.

“Semua harus tepat waktu dan disiplin dalam segala hal. Pemain tak bisa seenaknya mengisi waktu luang dengan main handphone. Apalagi ketika saat makan, karena pemain harus menikmati makanan dan justru harus berbincang dengan pemain yang lain,” asisten pelatih Timnas Indonesia U-22, Bima Sakti angkat bicara.

Selain saat makan dan istirahat, Luis Milla juga melarang para pemain untuk menggunakan smartphone nya di sepanjang perjalanan dari Hotel ke Camp Latihan. Tujuan sang pelatih adalah agar para pemain bisa lebih berkomunikasi satu sama lain. Sebab semua pemain datang dari latar belakang yang berbeda dan belum pernah saling kenal sebelumnya.

Bahaya Kecanduan Gadget/Smartphone

Akibat dari kecanduan smartphone
Akibat dari kecanduan smartphone
  • Emosi Jadi Tak Stabil
    Penelitian dari Massachussets Institute of Technology (MIT) mebuktikan bahwa orang yang suka melakukan chatting sampai larut malam lebih mudah untuk merasa emosi. Secara jangka panjang hal ini berpotensi membuat emosi menjadi tidak stabil.
  • Menyusutnya Pendengaran
    Penggunaan headphone atau gadget audio apapun bepotensi mengganggu pendengaran. Apalagi jika digunakan dalam jangka panang tanpa waktu istirahat. Pendengaran akan menurun seperti layaknya kemampuan telinga manula.
  • Daya Ingat yang Menurun
    Penggunaan yang terlalu berlebihan terhadap gadget akan membuat orang tersebut susah mengingat. Ini disebabkan karena otak dipaksa berkonsentrasi lebih keras sehingga dalam kegiatan lain otak menjadi mudah lelah.
  • Mata bakal Tegang
    Terlalu lama berada di depan monitor komputer serta gadget akan membuat mereka merasa pusing, nyeri pada leher, punggung serta mata. Ini disebabkan syaraf yaang dipaksa bekerja terlalu keras sehingga pada akhirnya akan membuat mata menjadi tegang.
  • Nyeri otot serta Sendi
    Ketika seseorang sudah kecanduan menggunakan gadget, maka akan membuat mereka sering menderita sakit pada pergelangan tangan serta ibu jari nya. Jika hal ini terjadi secara terus menerus maka akan membuat orang tersebut menderita nyeri otot dan nyeri pada sendi.